Desak Kesejahteraan, Aliansi Serikat Pekerja IHC Group Dorong Dialog Langsung dengan Holding : Ajukan Audiensi ke Direktur Utama Pertamina Bina Medika

JAKARTA – Aliansi Serikat Pekerja Anak Perusahaan IHC Group secara resmi melayangkan surat permohonan audiensi kepada Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC. Tuntutan utama yang diajukan terkait realisasi bonus kinerja 2025, kepastian kenaikan gaji 2026, hingga ruang otonomi bagi anak perusahaan. Surat bernomor 001/AL-SP/IHC/III/2026 yang ditandatangani pada 27 Agustus 2026 itu menekankan pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan di lingkungan BUMN bidang kesehatan tersebut.

“Kami memohon perhatian dan tindak lanjut Bapak Direktur Utama atas hal-hal strategis yang berdampak terhadap pekerja di lingkungan Anak Perusahaan IHC Group,” demikian ujar Agus Muslich juru bicara aliansi.

4 Tuntutan Serikat Pekerja

Dalam suratnya, Aliansi Serikat Pekerja menyampaikan 4 poin utama:

  • Realisasi Bonus Kinerja 2025, Serikat meminta kepastian dan jadwal pencairan bonus/penghargaan kinerja tahun 2025 sesuai ketentuan dan kinerja masing-masing anak perusahaan.
  • Kepastian Kenaikan Gaji 2026, Serikat mendesak kebijakan kenaikan gaji 2026 segera ditetapkan beserta mekanisme dan jadwal pelaksanaannya. Mereka berharap tidak ada lagi keterlambatan yang memicu keresahan pekerja.
  • Ruang Otonomi Anak Perusahaan, Serikat meminta pemberian kewenangan yang proporsional kepada anak perusahaan dalam mengelola operasional dan kebijakan internal. Hal ini dinilai penting karena setiap anak perusahaan memiliki karakteristik dan tantangan berbeda, meski tetap mengacu pada tata kelola holding.
  • Permohonan Audiensi, Untuk membahas seluruh poin tersebut, serikat mengusulkan audiensi langsung dengan Direktur Utama PT PBM IHC. Serikat berharap audiensi dipimpin langsung oleh Direktur Utama dan menghasilkan keputusan serta tindak lanjut yang jelas.

Serikat Tekankan Dialog untuk Cegah Ketidakpastian

Aliansi yang terdiri dari Serikat Karyawan Krakatau Medika, Serikat Pekerja RS Pelabuhan, Serikat Pekerja Nusantara Sebelas Medika, Serikat Pekerja PT RS PELNI, dan Serikat Pekerja Rolas Medika ini menegaskan bahwa dialog langsung adalah langkah terbaik. “Kami meyakini dialog langsung merupakan langkah terbaik untuk menjaga hubungan industrial yang sehat serta mencegah ketidakpastian dan keresahan di lingkungan pekerja,” ujar Agus Muslich.

Surat tersebut juga ditembuskan kepada Dewan Komisaris PT Pertamina Bina Medika IHC, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dan Direksi Anak Perusahaan IHC Group.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Pertamina Bina Medika IHC belum memberikan tanggapan resmi terkait permohonan audiensi tersebut.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these